
Popularitas antioksidan tampaknya kian melambung. Di
mana-mana, di layar kaca hingga media cetak, kerap dibahas tentang
pentingnya zat yang satu ini. Tapi, sejauh mana Anda memahami dan
mengetahui manfaatnya bagi tubuh?
Antioksidan adalah zat yang
mampu memperlambat proses oksidasi, yaitu reaksi kimia yang berupa
pengikatan oksigen dan pelepasan hidrogen. Proses ini bisa terjadi di
mana saja, termasuk di dalam tubuh kita. Proses oksidasi sebenarnya
penting untuk metabolisme tubuh. Namun, jika molekul yang dihasilkan
jumlahnya berlebihan, misalnya akibat pengaruh gaya hidup tidak sehat
(merokok, stres, banyak mengonsumsi obat, polusi, radiasi, dan
sebagainya), maka proses itu justru dapat merusak kesehatan. Di
antaranya merusak sel yang mengoksidasi DNA, sehingga dapat berakibat
mutasi gen dan menimbulkan kanker.

Yang penting diketahui, tidak
semua zat antioksidan sama jenis dan fungsinya. Ada sekitar 10.000
senyawa kimia dalam berbagai jenis bahan makanan yang berperan sebagai
antioksidan, termasuk zat nutrisi penting, seperti vitamin dan mineral.
Namun, meski berbeda-beda, semuanya memiliki kemampuan memusnahkan
substansi radikal-radikal bebas yang dapat mencederai sel-sel dalam
tubuh dan berkontribusi pada timbulnya berbagai penyakit, termasuk
kanker.
Lantas, antioksidan mana yang paling baik bagi tubuh? Teh hitam mempunyai kompenen utama katekin, super oksidan, bukan hanya
anti oksidan. Artinya saat dikonsumsi secara rutin akan memberikan efek
proteksi luar biasa. Dari segala jenisnya, teh hitam memproduksi conten
katekin tertinggi.
Nah, katekin ini diketahui mampu mencegah serangan jantung, cegah
kelebihan berat badan. Bagi yang berada di kota besar, mampu memberikan
stimulasi fungsi syaraf, misalnya disebabkan kurangnya tidur.
"Ini tidak hanya sekedar gimmick. Manfaat katekin bagi tubuh ini telah
diteliti negara Jepang Cina Amerika bahkan penelitiannya sampai puluhan
tahun," kata Emilia E. Achmadi MS. RD, seorang Clinical
Dietitian
dan pakar di bidang Disease Prevention and Sport Nutrition, saat peluncuran ICHI OCHA di Jakarta, kemarin.
Katekin mampu berfungsi sebagai pencegah macetnya pembuluh darah dan
mencegah penuaan dini syaraf. "Katekin yang dikonsumsi bersamaan dengan
sedikit kafein akan membuat metabolisme tubuh meningkat," katanya.
Teh hitam diketahui memiliki kandungan Polyphenol yang merupakan
antioksidan jenis bioflavonoid yang 100 kali lebih efektif dari vitamin C
dan 25 kali dari vitamin E.
Kandungan ini bermanfaat menurunkan kadar kolesterol, menurunkan tekanan
dan kadar gula darah, membantu kerja ginjal dan mencegah terjadinya
batu empedu, memperlancar pencernaan, serta melarutkan lemak dan
mencegah kolesterol jahat.
Polyphenol yang terdapat dalam teh hitam juga bermanfaat mencegah
penyebaran dan pertumbuhan sel kanker dalam darah, dimana penelitian
membuktikan bahwa orang yang minum teh hitam secara berkala bisa
mengurangi risiko kanker payudara, perut, usus, maupun kanker prostat.
Kandungan katekin yang bermanfaat bagi tubuh hanya bisa diperoleh dari
teh hitam. Mengapa demikian? Kualitas kandungan katekin tidak hanya
ditentukan dimana teh itu ditanam namun juga prosesnya. Makin bervariasi jenis makanan mengandung
antioksidan yang kita konsumsi, makin maksimal senyawa tersebut bekerja
bagi tubuh kita. Karena, setiap antioksidan memiliki tugas untuk
melindungi di tempat-tempat yang berbeda.
Sebagai contoh,
beberapa jenis antioksidan bekerja di otak, sedangkan yang lain bekerja
di ginjal. Kendati begitu, walaupun terpisah-pisah secara khusus di
beberapa tempat, tidak semua antioksidan mampu bekerja sendirian. Banyak
antioksidan yang harus bekerja sama. Contohnya, vitamin C yang harus
membantu vitamin E agar dapat mengoptimalkan kerja dalam menanggulangi
radikal bebas.
Sinergi seperti ini disebut
antioxidan defense network (pertahanan
jaringan antioksidan). Artinya, mengonsumsi berbagai jenis makanan yang
kaya antioksidan dapat membuat berbagai sumber daya dalam tubuh bekerja
dengan lebih baik.